Untuk Mu

Cinta bisa menjadi opsesi,yang menghantuimu setiap detik,
membuatmu tenggelam dalam ekstasi...
Kecuali kau mampu menatanya sebagai interior hatimu...
Jangan pernah bersumpah atas nama cinta,
karna kita takkan pernah tau hari esok,,

ingat,jangan prnah mengiringi cinta dengan nafsu karna sesungguhnya cinta it suci.

ingin berbagi cerita?
silahkan email ke : elarukmanaa@gmail.com
Kamis, 06 Maret 2014 0 comments

UntukMu Pemilik Hati

Untuk mu pemilik hati
Terima kasih untuk setiap keluhan yang kau dengar dengan sabar
Menyiram ladang yang gersang menjadi berbunga
Mekar indah harum semerbak

Untuk mu yang berada di seberang lautan
Luasnya bukan masalah malaikat manis
Hanya perlu arahan di kompas
Berlayar menyebrangi laut dengan wajah tersenyum

Hai bidadari ku
Tidak ada kabar mu
Ku tunggu pesan mu hingga malam merekah pagi
Di sela-sela pekerjaan ku tunggu engkau

Hai cantik
ku kehilangan kabar darimu
3 bulan ku tunggu sesuai janjimu
ku bacakan dengan lirih yasin untuk mu

Cinta ku beristirahatlah dengan tenang
Titip salam untuk sang Pencipta..

28 Februari 2014
PemakiPetualang

0 comments

Dalam teori sebuah Kondisi yang Sempurna

Belajar, sekolah, kerja, punya
Lingkungan yang memperdebatkan logika
Lulus mendapat pujian dan tepuk tangan

Lemparkan dia ke kehidupan
Di mana logika tak berharga di hadapan kuasa
Meneriaki bertanya pada alam
Sepi hening bertanya-tanya pada nasib

Seorang sarjana muda menarik langkah yang terseok-seok
Bagaikan pengemis dengan cawan ijazah mengetuk setiap perusahaan
Harapan palsu, cemoohan, signal yang buruk sudah di jalani
Derita loe miskin, sudah sering di dengar

Menatap kosong kandang tempat berpulang
Bertanya pada hati kehidupan yang tak sesuai harapan
Menangis diri akan kesombongan
Perlahan bersujud kepada Tuhan

PemakiPetualang

0 comments

Hampa yang Ku Juangkan

Di dorong ke depan aku maju
Di hantam ke kanan di himpit di kiri
Di jatuhkan ketidak mampuan aku jatuh
Mencoba berdiri diantara gelombang yang datang

Mencoba maju dihantam gelombang terjatuh mundur
Menyerah di dorong cita-cita mencoba maju
Hati berteriak .....
Kapan badai akan berlalu ?
Otak mengelegak mana kawan mana lawan ?

Daratan terasa jauh
Sementara umur seakan tinggal sesuap
Oh betapa aku rindu belaian selimut
Nasi hangat dengan asap yang masih mengepul
Ditiup lembut
Ditambah 2 keping tempe kuning keemasan
Gurih, renyah hangat
Ah jangan kau lupakan sambal itu
Belum makan kau tanpa itu

Duduk sebentar bertanya pada diri
Untuk apa semua perjuangan ini ?
Hati ingin membanggakan diri
Pada siapa ?
Sementara hidup hanya terasa sementara
Di adili juga nantinya
Oleh Timbangan pencipta

Sementara hati sudah lelah dengan tingkah polah dunia
Hari ini dunia kurang bersahabat
Dari sedikit tulisan curahan perasaan
Aku mengerti sedikit keaadaan hati
Seperti ungkapan kesayanganku

"Kalau sampai waktuku
Ku tak mau seorang pun merayu
Tak perlu sedu sedan itu
............
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka Bisa Ku bawa berlari
..............
Aku mau hidup seribu tahun lagi"

PemakiPetualang

Entri Populer

 
;